Merasa rambut terlihat kusam dan memerah? Hati-hati, bisa jadi rambutmu sedang tidak sehat, lho. Sebab, nyatanya ada sejumlah penyebab rambut berwarna merah yang tak boleh dianggap remeh. Yuk, simak ulasan lengkapnya!
Daftar Isi
ToggleApa yang menyebabkan rambut berwarna merah?
Nyatanya, ada sejumlah penyebab rambut berwarna merah yang sering tak disadari sebagian orang. Berikut di antaranya.
1. Sering terkena paparan sinar matahari secara langsung
Hayoo, siapa nih yang sering beraktivitas di bawah sinar matahari secara langsung?
Faktanya, paparan sinar matahari tidak hanya memiliki efek yang negatif untuk kulit, tapi juga pada rambut, lho.
Rambut yang terlalu sering terkena paparan sinar matahari, lama-lama warna hitam alaminya akan memudar dan cenderung memerah.
Kondisi ini akan semakin menjadi parah saat kamu tidak memperhatikan rambut dengan memakai pelindung, seperti topi, kerudung, atau payung.
Padahal, penting sekali untuk melindungi rambut terutama saat kamu banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Jika terus membiarkan hal ini terjadi, rambut bukan hanya kehilangan warna hitam alami tapi juga akan menjadi rusak dan pecah-pecah akibat terlalu kering.
2. Tidak cocok pakai produk perawatan rambut
Produk perawatan rambut seperti sampo menjadi salah satu perawatan dasar dan paling sederhana yang wajib dilakukan.
Selain untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, rutin mencuci rambut juga mampu menjaga warna alami rambut, lho.
Meski demikian, kamu juga tetap perlu memberi perhatian lebih dalam terkait memilih produk sampo, karena jika salah pilih akan membuat rambut mengalami banyak masalah seperti ketombe, kering, rontok, dan memerah.
Itulah mengapa, sangat disarankan untuk memilih produk perawatan rambut sesuai dengan kebutuhan rambut dan kulit kepala.
Bahkan jika diperlukan, tambahkan rutinitas perawatan rambut dengan memakai kondisioner dan vitamin untuk menjaga keindahan dan warna alami rambut.
3. Sering melakukan treatment dengan produk berbahan kimia
Treatment rambut mulai dari rebonding, perm, atau keratin memang masih menjadi idaman bagi sebagian orang.
Berbagai cara dilakukan untuk tetap memiliki rambut lurus ataupun keriting dengan cara yang tidak alami dan menggunakan produk tinggi bahan kimia.
Proses cepat yang dihasilkan memang membuat beragam treatment ini dapat memberikan hasil yang diinginkan, tapi ini juga tidak lepas dari konsekuensi berupa rambut yang rusak.
Menurut American Academy of Dermatology Association, penggunaan alat styling panas bisa menyebabkan kerusakan pada rambut
Alih-alih mendapatkan tatanan rambut idaman, paparan bahan kimia dan panas dari alat treatment justru memberi efek samping pada perubahan warna alami rambut kita.
Terlebih jika rambut jarang dirawat secara khusus hingga berakibat mengalami kekeringan dan kekurangan nutrisi.
Tak heran kalau hal ini menjadi salah satu penyebab rambut berwarna merah.
4. Mengecat rambut dan sering gonta ganti warna
Tak hanya treatment yang mengandalkan alat styling dan produk kimia, sebagian orang juga tampaknya hobi mewarnai rambutnya.
Mulai dari warna-warna berani seperti merah atau pirang, sampai warna hitam juga tidak jarang dipilih.
Nyatanya, kebiasaan sering melakukan pewarnaan rambut ini bukan hanya memberi keindahan warna, tapi juga sekaligus mendatangkan efek samping yang kurang baik, lho.
Pewarnaan rambut yang biasanya mengandalkan produk mengandung bahan kimia ini tentu saja akan merusak kesehatan rambut kamu.
Bukan hanya warna alaminya yang akan rusak, efek samping lain seperti rambut kering dan kerontokan hanya tinggal menunggu waktu.
Penyebab rambut berwarna merah ini juga sebaiknya patut kamu waspadai
5. Faktor genetik juga tidak kalah berpengaruh
Adapun perubahan warna rambut ternyata tidak hanya datang dari faktor eksternal seperti penjelasan di atas, tapi juga dari dalam.
Ya, nyatanya faktor genetik juga bisa jadi salah satu penyebab rambut berwarna merah.
Ini bisa terjadi kalau rambut orang tua kita cenderung cokelat atau merah, yang biasanya bisa dipastikan kecenderungan warna rambut kita pun akan serupa.
Perlu kamu ingat, faktor genetik ini tidak hanya diturunkan langsung dari orangtua tapi bisa juga berasal dari kakek nenek kita.
Cara mengatasi rambut berwarna merah
Nah, setelah tahu sejumlah penyebab rambut berwarna merah, kini saatnya kamu melakukan sejumlah cara untuk mengatasinya.
1. Menghindari produk tinggi kimia
Seperti yang sempat dibahas sebelumnya, paparan bahan kimia dapat menjadi penyebab rambut berwarna merah.
Terdapat beberapa bahan kimia yang dapat merusak rambut, seperti Ammonium lauryl sulfate (AFS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) yang umumnya dapat ditemukan pada bahan sampo.
Bahan ini dapat mengikat semua minyak rambut saat shampoo dibilas, sehingga rentan membuat rambut menjadi rapuh, kusut, dan tidak sehat.
Kamu juga harus menghindari natrium klorida yang biasa ditemukan dalam shampo karena ini dapat membuat kulit kepala kering, sehingga rambut menjadi tidak berkilau bahkan mudah rontok.
2. Penuhi nutrisi
Guna menghalau beragam penyebab rambut berwarna merah, kamu harus memenuhi asupan nutrisi yang dapat menunjang kesehatan rambutmu hingga dapat kembali hitam.
Sebaiknya kamu rutin mengonsumsi makanan-makanan mengandung antioksidan, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan alpukat.
Makanan bernutrisi juga dapat mendukung hidrasi sehingga rambut jadi lebih lembap.
3. Lindungi rambut dari paparan sinar matahari
Jika kamu sering beraktivitas di luar rumah, sebaiknya lindungi rambut dari paparan sinar matahari secara langsung.
Kamu bisa menggunakan topi, scarf, atau payung sehingga rambut tetap terlindungi.
Dengan begitu, rambut tidak rentan mengalami kusam dan memerah.
Itu dia beragam ulasan mengenai penyebab rambut berwarna merah dan cara mengatasinya. Jadi, sudahkah kamu merawat rambutmu dengan tepat?
Baca juga: 7 Penyebab Uban di Usia Muda yang Tak Boleh Diremehkan
Diva Mosaik merupakan lulusan sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga yang selama beberapa tahun terakhir telah banyak mengeksplor jenjang karir sebagai penulis di sejumlah bidang, mulai dari perannya sebagai jurnalis media cetak, content writer, hingga co-author pada sejumlah buku. Hingga saat ini ia masih mendedikasikan hidupnya pada berbagai macam karya tulis.


