Mewarnai rambut tak jarang membutuhkan metode bleaching untuk memaksimalkan hasilnya. Sayangnya, jika hal ini dilakukan secara berlebihan dapat memicu beragam dampak bleaching rambut yang mengganggu kesehatan. Benarkah demikian?

7 dampak bleaching rambut

Berikut ini sejumlah dampak bleaching rambut yang wajib Anda waspadai.

1. Mengubah tekstur rambut

Sudah menjadi rahasia umum bahwa proses bleaching bisa membuat rambut Anda kering.

Tekstur rambut yang tadinya lembut dan mudah diatur dapat berubah jadi kasar akibat bleaching. Hal ini rentan terjadi karena adanya paparan bahan kimia yang digunakan.

Risiko rambut kering ini akan semakin meningkat jika Anda sudah melakukan bleaching lebih dari satu kali.

Oleh karena itu, Anda harus rutin mencari cara mengatasi rambut kering untuk mengurangi dampak buruk bleaching terhadap kesehatan rambut.

Sebab, hal ini bisa semakin parah jika Anda tidak merawat rambut bleaching secara tepat terutama usai melakukan prosesnya. Perubahan tekstur rambut akan membuat rambut tak hanya kering, tapi juga terlihat lepek atau justru mengembang seperti singa.

2. Rambut mudah rusak

Salah satu dampak bleaching rambut lainnya adalah kerusakan rambut yang tidak dapat terhindarkan.

Pasalnya, bleaching seringkali membuat rambut lebih kering, rapuh, dan kurang elastis dibanding sebelumnya. Akibatnya, rambut bisa menjadi rusak dan sulit untuk diperbaiki.

Ini karena bahan kimia yang terkandung dalam krim bleaching rambut bisa merusak batang rambut, bahkan mengubah struktur rambut.

Rambut pun bisa menjadi lebih kering, kasar, dan bercabang, apalagi jika Anda tidak merawat rambut dengan baik setelah menjalani bleaching.

Selain itu, rambut Anda juga akan tampak kusam dan tidak berkilau alami.

3. Menghilangkan senyawa alami rambut

Pada dasarnya, rambut memiliki senyawa alami seperti melanin dan keratin.

Paparan bahan kimia dalam proses bleaching sayangnya berisiko dapat menghilangkan kandungan melanin pada rambut Anda.

Ini karena perubahan warna yang terjadi secara drastis akibat bahan kimia membuat rambut sulit beradaptasi mengembalikan kadar melanin secara alami. Akibatnya, tidak mengherankan jika bleaching menyebabkan perubahan warna rambut secara permanen.

Selain itu, dampak bleaching rambut juga mampu mengikis keratin pada rambut, sehingga membuat rambut menjadi rapuh, mengembang, dan sulit diatur.

Senyawa ini sangatlah penting karena merupakan protein yang melapisi kulit, kuku, dan rambut untuk menjaga rambut tetap sehat, halus, dan berkilau.

4. Rentan botak

Selain membuat rambut menjadi rapuh dan mudah patah, dampak bleaching rambut juga bisa berupa rambut patah atau rontok dari akarnya.

Anda pun berisiko mengalami kerontokan yang parah jika proses bleaching tidak dilakukan dengan cara yang benar, misalnya dengan menggunakan krim yang konsentrasinya terlalu tinggi.

Rambut yang rontok parah usai proses bleaching bahkan bisa berisiko mengalami kebotakan permanen jika tidak ditangani secara intensif.

Sebab, kondisi tersebut diperparah oleh gangguan folikel-folikel dan saraf pada kulit kepala.

Jika Anda melakukan bleaching berkali-kali dalam waktu berdekatan, risiko kebotakan permanen pun akan semakin besar.

Guna menghindari dampak buruk yang satu ini, Anda wajib mengatasi rambut rontok dengan cara-cara alami.

5. Menimbulkan sensasi kulit terbakar

Pewarnaan rambut dengan metode bleaching juga dapat memicu sensasi terbakar pada kulit kepala.

Hal ini dikarenakan adanya kandungan kimia yang sangat keras di dalam cat rambut, seperti hidrogen peroksida, persulfat, dan zat alkali.

Biasanya, luka bakar yang ditimbulkan hanya muncul di area permukaan kulit kepala.

Namun, pada sejumlah kasus, luka bakar yang tergolong parah juga dapat terjadi hingga membutuhkan penanganan medis secara serius.

6. Memicu reaksi alergi

Faktanya, kandungan tertentu di dalam krim bleaching rambut juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Orang-orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap bahan kimia rentan mengalami reaksi alergi saat menggunakan bahan-bahan bleaching. Reaksi alergi yang dapat muncul meliputi kulit gatal serta muncul ruam pada wajah, kelopak mata, telinga, dan leher.

Dampak bleaching rambut tersebut bahkan juga bisa ditandai dengan beberapa gejala, seperti sesak napas, hingga sakit kepala.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera hentikan proses bleaching.

7. Meningkatkan risiko iritasi dan masalah kulit

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, bahan kimia yang terkandung dalam krim bleaching rambut bisa membuat kulit kepala rentan mengalami iritasi.

Dampak bleaching rambut ini akan lebih besar jika kadar bahan kimianya cukup tinggi.

Lebih mengejutkan lagi, beberapa peneliti menemukan adanya kaitan antara bahan kimia yang digunakan untuk bleaching dengan risiko penyakit kanker seperti leukimia, limfoma, dan kanker kandung kemih.

Sebab, bahan-bahan kimia yang digunakan untuk bleaching memang bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Paparan bahan kimia tersebut dapat membunuh sel-sel tubuh atau menyebabkan mutasi DNA sel tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih teliti mencari bahan bleaching yang aman dan terdiri dari bahan-bahan alami demi meminimalkan risiko penyakit kanker.

Itulah sejumlah dampak bleaching rambut yang patut Anda waspadai. Selalu bijak dalam melakukan pewarnaan rambut, agar Anda terhindar dari berbagai risikonya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe To Our Newsletter