Adakah di antara ibu hamil yang merasa rambut jadi kusam, rontok, dan kusut di masa kehamilan? Itu, tandanya kamu butuh perawatan rambut untuk ibu hamil yang tepat. Yuk, rawat rambutmu dengan tips berikut ini.
Daftar Isi
Toggle10 perawatan rambut untuk ibu hamil
Ibu hamil tetap tak boleh melupakan perawatan bagi diri sendiri. Salah satunya perawatan rambut.
Nah, berikut ini perawatan rambut untuk ibu hamil yang bisa banget dilakukan.
1. Jauhi produk tinggi bahan kimia
Perawatan rambut untuk ibu hamil ini banyak diketahui tapi sering terlupakan.
Ya, selama kehamilan, ibu hamil sebaiknya menghindari perawatan rambut dengan bahan kimia, seperti obat pelurus rambut atau pewarna.
Pasalnya, bahan kimia dan warna bisa diserap oleh kulit kepala dan diteruskan ke janin yang sedang berkembang.
Beragam zat kimia tersebut dapat mengganggu kehamilan dan menyebabkan reaksi alergi, lho.
Oleh sebab itu, mulailah menghindari perawatan seperti bleaching, pewarnaan rambut dan lainnya selama masa kehamilan.
2. Rutin potong rambut
Melansir laman MedlinePlus, terjadi banyak perubahan yang memengaruhi kondisi rambut selama masa kehamilan.
Selama masa kehamilan terjadi perubahan hormon yang cukup drastis sehingga menyebabkan akar rambut jadi relatif mudah patah dan rontok.
Terlebih, saat hamil badan jadi mudah gerah dan berkeringat yang membuat sebagian ibu hamil jadi ingin memangkas pendek rambutnya.
Hal ini tentu saja boleh dilakukan atau bahkan sangat dianjurkan.
Bahkan, sekalipun kamu sedang tidak ingin menggunting dan mengganti gaya rambut, sebaiknya sempatkan untuk trim rambut saat hamil.
Langkah yang dapat kamu lakukan adalah menggunting ujung rambut selama 8-10 minggu sekali, guna menangani dan mencegah rambut bercabang atau kasar.
Tak hanya itu, membuang rambut bagian tertentu juga akan dapat membuat rambut menjadi lebih sehat, lho.
3. Pijat kulit kepala
Siapa sangka, salah satu perawatan rambut untuk ibu hamil yang sangat dianjurkan adalah memijat kulit kepala dan rambut.
Terlebih, menggunakan minyak rambut alami saat memijat kulit kepala adalah cara yang bagus untuk menambahkan sedikit nutrisi ke rambut dan meningkatkan kesehatan rambut di masa kehamilan.
Kamu bisa mengoleskan bagian kulit kepala dengan menggunakan minyak rambut alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun atau minyak almond secara teratur.
Pijat lembut dengan minyak hangat ke kulit kepala dan lakukan ini dua hingga tiga kali seminggu.
4. Penuhi asupan bernutrisi
Memenuhi asupan nutrisi selama hamil tidak hanya baik bagi janin, tapi juga kesehatan ibu secara keseluruhan.
Kesehatan rambut tentunya turut mendapatkan manfaat ini.
Bahkan, ini bisa menjadi kunci bagi para ibu hamil untuk memiliki rambut tebal dan berkilau.
Dengan perawatan rambut untuk ibu hamil berupa pola makan yang sehat dan seimbang, rambut jadi tetap sehat dan ternutrisi.
Kamu bisa menyertakan buah-buahan dan sayuran segar bersama biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan yang kaya protein dalam menu makan.
Eits, jangan lupa untuk minum air yang cukup dan tetap terhidrasi sepanjang hari ya.
5. Kelola stres
Pada dasarnya stres memang menjadi salah satu penyebab kerontokan rambut, apalagi selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Ini karena stres dapat memicu rambut rontok dan juga menyebabkan sel darah putih tubuh menyerang folikel rambutnya sendiri.
Nah, sebagai perawatan rambut untuk ibu hamil, coba latih diri untuk mengelola stres dengan menghindari beragam pemicu stres.
Lakukan juga hal-hal yang bisa membuat bahagia atau tenang, seperti latihan pernapasan, yoga, dan hobi menyenangkan lainnya.
6. Sempatkan creambath
Jangan heran kalau creambath juga bisa menjadi salah satu perawatan rambut untuk ibu hamil.
Pasalnya, creambath bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki rambut halus dan mudah diatur.
Tenang, ibu hamil diperbolehkan melakukan creambath selama bahan krim rambut yang digunakan aman, atau tidak berbau sangat menyengat.
Kamu juga bisa menggunakan bahan alami saat creambath, seperti alpukat, seledri, cokelat, dan sebagainya.
Selain itu, bila melakukan creambath di salon, pastikan pijatan yang diberikan oleh terapis dilakukan dengan benar ya.
7. Perhatikan sampo dan kondisioner
Selama hamil kamu juga tetap diwajibkan untuk memilih sampo dan kondisioner yang tepat.
Sampo yang baik dengan bahan yang tepat juga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan mengontrol kondisi seperti ketombe yang menyebabkan rambut rontok.
Pastikan kamu memilih sampo dan kondisioner yang aman untuk ibu hamil ya.
8. Tunda dulu rebonding
Bagi yang sering melakukan teknik pelurusan rambut seperti rebonding, smoothing, atau keratin, sebaiknya tunda ini selama masa hamil ya.
Sebab, bahan kimia yang digunakan saat proses rebonding dikhawatirkan dapat membahayakan ibu hamil maupun bayi di dalam kandungan.
Oleh sebab itu, tunda dulu hingga kamu sudah benar-benar melewati masa hamil atau bahkan menyusui.
9. Gunakan masker rambut alami
Kamu bisa banget lho menggunakan masker alami sebagai perawatan rambut untuk ibu hamil.
Untuk mengatasi masalah kerontokan dan rambut kusam selama hamil, kamu bisa rutin melakukan masker rambut dari bahan alami, seperti telur, madu, hingga cuka apel.
Cukup aplikasikan campuran bahan masker tersebut pada rambut basah dan tunggu selama beberapa menit sebelum akhirnya dibilas hingga bersih.
Lakukan ini setiap minggu dan rasakan manfaatnya!
10. Hindari mengikat rambut terlalu kencang
Sebagian ibu hamil sering mengikat rambut karena lebih praktis dan tidak bikin gerah.
Sayangnya, mengikat rambut terlalu kencang bisa membuat stres rambut. Alhasil, bisa memperburuk kerontokan rambut.
Oleh sebab itu, sebaiknya hindari kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang.
Alih-alih, gunakan jepit rambut atau scrunchie yang relatif lebih nyaman di area kepala.
Nah, itu dia ulasan mengenai perawatan rambut untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat ya!
Baca juga: 8 Rekomendasi Shampo yang Aman untuk Ibu Hamil
Diva Mosaik merupakan lulusan sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga yang selama beberapa tahun terakhir telah banyak mengeksplor jenjang karir sebagai penulis di sejumlah bidang, mulai dari perannya sebagai jurnalis media cetak, content writer, hingga co-author pada sejumlah buku. Hingga saat ini ia masih mendedikasikan hidupnya pada berbagai macam karya tulis.


